Terapi Madu Untuk Mengobati Alergi

Terapi Madu Untuk Mengobati Alergi Bersin Demam Gatal-gatal

Kebenaran Madu Sebagai Obat Alergi

Dapatkah Madu Mengobati Alergi? Apakah Itu Benar? Pertanyaan ini sangat sering dilontarkan bagi orang yang baru pertama kali mendengar/mengetahui berita ini. Tetapi, bagi para penggemar/pecinta/konsumen madu dan produk lebah lainnya tentu mereka akan membenarkan hal ini karena kami yakin mereka telah mendapatkan manfaat dari memakan madu dan produk lebah turunnya (pollen, propolis, royal jelly).

Konsumsi madu mentah yang masih mengandung serbuk sari di musim sebelum bunga-bunga mekar dan berkembang, akan mencegah atau melemahkan gejala demam-alergi udara (bersin-bersin) akibat perubahan/pergantian musim. Disini kita akan coba membantu menjelaskan hal ini ….

Musim panas (setelah musim hujan/paceklik) adalah kebahagiaan hampir untuk semua mahkluk. Dimusim yang cerah itu banyak dari kita merasakan adanya ledakan energi baru untuk memulai aktifitas yang lebih aktif dari pada musim sebelumnya. Demikian juga untuk beberapa hewan. Meskipun tidak semua dari kita merasakan hal ini karena disana ada beberapa yang alergi ketika musim berganti…

Bunga bisa menjadi cantik pada musimnya, tetapi juga berbahaya bagi sebagian orang. Dan mimpi buruk yang nyata ini dapat terjadi seperti; mata bengkak, hidung meler, sakit tenggorokan, bersin. Alergi ini biasa terjadi untuk beberapa orang dimusim panas tersebut dan menjadikan mereka terganggu dan tidak bahagia.

Pendapat Ilmuwan Tentang Alergi

Pada Juni tahun 2012, dailymail.co.uk itu menerbitkan sebuah artikel tentang apa yang benar-benar dapat mengatasi alergi. Di dalamnya, seorang dokter ahli homeopati dan juga penderita merekomendasikan perawatan untuk kondisi yang membawa kesengsaraan bagi jutaan orang setiap musim panas. Mereka menawarkan serangkaian obat: antihistamin, dekongestan dan anti-inflamasi, yang meliputi: filter udara, Vacuums, mata dan tetes hidung, akupunktur, lampu hidung merah, antihistamin, homeopati dan madu.

Tapi, jangan mengharapkan orang untuk setuju pada semua obat tersebut. Setelah begitu banyak waktu untuk terapi alergi, masih ada petugas medis yakin bahwa homeopati adalah plasebo dan hanya bekerja jika Anda percaya obat itu akan membantu kamu.

Disana juga ada terapi imunisasi dari medis tetapi untuk terapi ini biaya-nya cukup mahal, bisa mencapai £ 100 per bulan. Bagaimana jika kamu membeli selama 3 tahun berturut-turut untuk terapi ini. Disamping itu untuk terapi imunisasi pengobatan alergi ini kamu juga membutuhkan resep dokter. Tablet obat ini dimakan setiap hari dan harus dimulai 2 bulan sebelum musim panas. Dengan konsumsi tablet itu pasien menjadi tidak peka dan secara bertahap gejala alergi berkurang. Dan ternyata tablet itu memilik kandungan polllen yang tidak lain adalah produk lebah juga :) .

Kemudian muncul ide jika,begitu mengapa tidak menggunakan madu mentah saja yang tidak lain juga mengandung serbuk sari bahkan rasanya lebih enak dan biaya juga jauh lebih murah.

Madu Dengan Bee Pollen (Serbuk Sari Lebah)

Sudah banyak orang mendengar tentang berita terapi alergi dengan madu alami yang mengandung pollen ini. Tidak sedikit yang tidak percaya, tetapi ada juga yang percaya itu. Namun, orang-orang dengan deman-alergi parah mencobanya dengan mengkonsumsi madu bee pollen secara rutin dan kemudian kondisinya semakin baik bertahap.

Kondisi nyata ini semakin mempopulerkan manfaat madu sebagai terapi alergi karena pergantian musim ini. Dan berita ini juga telah membuat beberapa peternak madu lebah semakin giat menginformasikan akan manfaat madu mentah itu. LUAR BIASA ….

Penelitian Madu Untuk Terapi Alergi Udara

Terapi madu tidak berfungsi untuk penyembuhan alergi ? Bernarkah demikian: Ada laporan menyajikan bukti bahwa konsumsi harian selama musim dingin 10-20 g madu (1 sendok teh hingga 1 sendok makan) menghasilkan perbaikan gejala demam-alergi pada 16 dari 21 pasien. (Penelitian dijelaskan dalam “Madu dan demam: laporan tentang pengobatan demam dengan madu”, oleh L. Croft pada tahun 1990)

Munstedt dan Kalder melaporkan efek positif konsumsi madu dengan cara kuesioner yang diisi oleh 29 peternak lebah. ( “Madu sebagai pengobatan untuk rhinoconjunctivitis: oleh Munstedt dan kalder, JAAS 2, pada tahun 2010)

Menurut Lynne Chepulis, Ph.D., peneliti dan penulis buku ‘Healing Honey’, dengan mongonsumsi madu dengan dosis harian, satu sendok makan, diyakini bisa merangsang kekebalan tubuh. Yang otomatis, membuat Anda terhindar dari Alergi.

“Madu dari serbuk sari ini dapat merangsang system kekebalan tubuh dan bisa mengurangi alergi,” kata  ahli alergi dan imunologi Miguel P. Wolbert dari Allergy & Asthma Care Center di Evansville, Indiana, AS.

Penelitian Bee Pollen Untuk Terapi Alergi-Demam

1. Pengujian dilakukan dengan menggunakan bee pollen ekstrak fenolik dan myricetin flavonoid. Alergi diinduksi dengan tikus, dan hasilnya menunjukkan bahwa memperlakukan mereka dengan 200 mg / kg bee pollen ekstrak fenolik dan 5 mg / kg myricetin flavonoid menghambat reaksi alergi yang berbeda.

Hal ini menunjukkan bahwa myricetin flavonoid adalah salah satu flavonoid bee pollen yang bertanggung jawab untuk efek anti-alergi dan itu adalah alat yang potensial untuk mengobati alergi. (Studi ini dipublikasikan dalam “Journal of Ethnopharmacology” No.119, pada tahun 2008, oleh Medeiros, Figueiredo, Freire, Santos, Alcantara-Neves, Silva dan Piuvezam)

2. Dalam studi “efek Inhibitorry dari lebah madu – serbuk sari yang dikumpulkan pada degranulasi sel mast in vivo dan in vitro”, yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food pada tahun 2008, penulis Jepang menunjukkan bahwa bee pollen menghambat aktivasi sel mast, yang bermain peran sentral dalam patogenesis berbagai penyakit alergi.

3. Rumput serbuk sari telah terbukti menjadi efisien bagi orang yang menderita alergi serbuk sari rumput dan juga mengikuti sengatan lebah. Dalam sebuah studi yang dilakukan pada anak-anak alergi pengobatan yang dilakukan secara subkutan adalah yang paling efisien. Tapi begitu pula tablet.

4. Pada tahun 2008 studi lain “immunotherapy khusus untuk rumput umum alergi serbuk sari: ketepatan vaksin serbuk sari lima rumput”, ada telah melaporkan hasil yang baik dari uji klinis di mana pasien mengambil vaksin pollen Gramineae melawan demam. 

5. Vaksin berdasarkan serbuk sari terhadap birch juga sukses.

6. Pada tahun 2002, Khinchi et al melaporkan “Masa depan bee pollen sublingually dan subkutan”.

7. Ekstrak serbuk sari encer telah berhasil digunakan terhadap rumah-debu asma (Wortmann, 1977).

8. Pollysat, persiapan dari bee pollen yang berbeda, juga digunakan untuk mengurangi gejala demam (Rimpler, 2003).

Dosis Untuk Terapi Alergi-Demam Dengan Madu & Pollen

Madu: Untuk alergi, laporan mengatakan 1 sendok teh hingga 1 sendok makan (20 g) sekali sehari selama musim dingin dan musim semi. Untuk lainnya terapi penggunaan: dewasa 50-80 g (hingga 4 sendok makan) per hari. Anak-anak 0,8 sampai 1,2 g per kg berat badan.

Hasil terbaik akan mulai terlihat pada 1,5 sampai 2 bulan konsumsi madu secara tepat, benar dan tertaur. Mengingat jumlah kalori madu yang tinggi maka, kami sarankan kamu untuk mengurangi asupan pemanis lainnya. Asupan normal 20 sampai 25 gram (1sendok makan) madu per hari akan menyebabkan efek meningkatkan kesehatan jangka panjang.

Bee Pollen: Lihat halaman takaran konsumsi Pollen untuk dosis dan kemungkinan efek samping. Jika Anda memiliki reaksi alergi yang sudah parah, mulai dengan kuantitas/jumlah konsumsi yang sangat kecil. Dan melanjutkan pengobatan dengan menambah jumlah secara bertahap. Kemudian menurunkan obat kimia alergi-demam dan meningkatkan jumlah bee pollen. Berikan waktu tubuh kamu, jangan terburu-buru. Tubuh Anda harus menyesuaikan.

Demikian sedikit informasi terapi madu untuk mengobati alergi, terutama alergi udara (debu, cuaca) akibat perubahan musim, meskipun madu mentah juga efektif dan dapat dipakai juga untuk mengatasi alergi kulit (gatal-gatal karena jamur, bakteri dan virus). Semoga bermanfaat dan terima kasih :) . (BN)


DAFTAR PUSTAKA:

Artikel Terkait :

Related posts