Tahapan Pembuatan Madu Oleh Lebah

1.—Tahapan Pembuatan Madu Oleh Lebah : Pengumpulan Nektar/Sari Bunga

Tahapan Pembuatan Madu Oleh Lebah Pengumpulan Nektar Sari BungaLangkah pertama dari proses pembuatan madu oleh lebah adalah untuk mengumpulkan nektar / sari bunga-bunga dari berbagai macam bunga dan tanaman, terutama selama musim panas.

Lebah pekerja adalah perempuan secara seksual dan belum dewasa yang bekerja intens untuk mengunjungi bunga ( bunga pohon buah, dandelion, cengkeh ) dan kemudian membawa beban nektar ke sarang lebah dan usaha ini berat dari sudut pandang lebah karena mereka hidup hanya enam minggu .

Nektar tanaman adalah cairan menggabungkan 80% air, gula kompleks alami ( sebagian besar sukrosa ) dan esensial asam amino, termasuk arginin, prolin, alanin, isoleusin, serin, valin dan glisin. Berbagai jenis nektar adalah sumber utama yang digunakan oleh lebah untuk membuat madu.

Pada waktu nektar dikumpulkan, bahan tersebut masih mengandung kadar air tinggi ( ±85% ) dan sukrosa tinggi. Setelah lebah mengubah nektar menjadi madu dan dimatangkan secara alami dalam sarang, maka kandungan air menjadi rendah ( kadar air 17-22% ). Demikian pula sukrosa pada nektar ,akan di ubah lebah menjadi glukosa dan fruktosa (monosacharida) yang mudah dicerna dan diserap tubuh.

2.—Tahapan Pembuatan Madu Oleh Lebah : Proses Pematangan Madu Setengah Jadi Di dalam Sarang

2.1—Proses Pematanagan Madu Menentukan Kualitas

Proses pematangan madu dalam sarang inilah yang menentukan kualitas madu. Jadi, kualitas madu ditentukan oleh pematangan madu secara alami dalam sarang atau kadar air, bukan oleh jenis nektar atau tanaman madu tersebut berasal. Jenis bunga atau lokasi penggembalaan lebah akan menentukan jenis madu ( penamaan madu ).misal: lebah yang digembalakan di kebun mangga maka madu yang berhasil di panenpun dinamakan madu mangga. Tetapi tetap proses pematangan madu yang paling mempengaruhi kwalitas madu yang di hasilkan lebah, selain faktor-faktor lainnya.

Proses Pematangan Madu Oleh LebahPenerima ( sarang lebah ) lebah madu mulai memproses madu di mulut mereka dan dalam perut lebah madu. Mereka lebah madu menambahkan enzim khusus yang dapat memecah gula kompleks hadir dalam nektar ( bahan dasar madu ) menjadi gula sederhana, dengan tujuan untuk membuat mereka lebih mudah dicerna oleh lebah. Gula sederhana ini kurang rentan terhadap kristalisasi. Proses ini dikenal sebagai inversi berlangsung selama hampir setengah jam. Selain itu, proses konversi ini juga membuat madu makanan yang sangat stabil terhadap berbagai bakteri, jamur dan jamur dan memungkinkan untuk menahan selama bertahun-tahun tanpa pendinginan. Dengan demikian, enzim yang dikenal sebagai invertase yang dihasilkan oleh lebah mengubah sukrosa, yang merupakan disakarida menjadi fruktosa dan glukosa, yang keduanya monosakarida atau gula enam-karbon.

2.2—Perubahan Nektar Sari Bunga Menjadi Madu Di Rumah Lebah

Sebuah enzim kedua, yang disebut oksidase glukosa mengubah sebagian kecil dari glukosa menjadi hidrogen peroksida dan asam glukonat. Senyawa alami terakhir ini bertanggung jawab untuk mengubah madu ke dalam lingkungan asam dengan pH sangat rendah di mana berbagai macam patogen tidak dapat bertahan hidup. Hidrogen peroksida juga melindungi, meskipun untuk jangka pendek, terhadap mikroorganisme berbahaya ini, di terutama selama proses pembuatan madu dan selama cairannya untuk tujuan makan induk mereka.

Setelah perubahan ini diperlukan, deposit tetesan kecil lebah madu pada sisi atas dari sel-sel di sisir madu, di mana terjadi langkah akhir dari proses transformasi menjadi madu kental. Sebelum menempatkannya ke dalam madu sisir untuk cadangan makanan lebah di bulan musim dingin, proses penguapan terjadi untuk tujuan mengurangi persentase air dari 80% menjadi hanya 17-22% dan memberikan tekanan osmotik tinggi pada madu.

3.—Tahapan Pembuatan Madu Oleh Lebah : Proses Penguapan Madu

Proses Penguapan Madu Dan Penutupan Sarang LebahTahapan pembuatan madu oleh lebah akan di akhiri dengan proses penguapan kadar air alami madu (penurunan kadar air) dari yang rata-rata ±80% menjadi rata-rata ±17%-22% saja. Proses ini menjadikan madu lebih berkualitas dan memiliki tekanan osmotik yang tinggi.

Penguapan kelebihan kelembaban dipercepat oleh suhu hangat, dari 95 derajat Fahrenheit, di sarang lebah serta oleh fluks udara yang terjadi setelah nektar ditempatkan ke dalam madu sisir. Dalam rangka untuk memastikan jumlah yang diperlukan dari aliran udara untuk menguapkan kadar air alami madu yang belum jadi tersebut maka, para lebah bekerjasama tidak kenal waktu sampai standart kadar air alami madu menurut lebah tercapai.

Madu yang telah jadi maka akan segera di segel oleh lebah dengan cara menutup lubang sarang tempat keluar-masuk madu sehingga kualitas madu akan terjamin dan terjaga. Madu tua/ madu yang sudah jadi dan siap konsumsi adalah madu yang telah tertutup sarang untuk beberapa hari kedepan. Madu tua akan lebih bagus dan berkualitas dari pada madu muda.

Tahapan pembuatan madu oleh lebah yang terakhir adalah proses penutupan lubang-lubang sarang tempat madu dengan lilin lebah, propolis. Demikian sedikit penjelasan singkat tentang “Tahapan Pembuatan Madu Oleh Lebah” , semoga bermanfaat.

Artikel Terkait :

Related posts