Panen Lestari Madu Hutan Apis dorsata

cara panen lestari madu hutan

Panen Lestari Madu Hutan Apis dorsata: Musim panen dan Cara Panen, Cara Ambil Madu Dari Sarang Lebah Hutan

Panen Lestari Madu Hutan Apis dorsata

Bagaimana cara panen lestari madu hutan Apis dorsata/tawon gong, perlu diketahui oleh para pemburu sarang lebah madu hutan karena akan mempengaruhi produktifitas lebah hutan dalam memprodukisi madu.

Memanen madu hutan liar tidak mudah karena mencari tempat sarang-sarang lebah madu hutan ( Apis dorsata ) yang membuat sarangnya saja tidak mudah. Apalagi jika musim dan cuaca pada tahun/bulan tersebut sedang tidak mendukung/tidak menentu. Salah satu sebab musim dan cuaca yang semakin membingungkan ini adalah semakin banyaknya kerusakan ekosistem alam dan hutan khususnya.

Musim Panen Lestari Madu Tawon Gong

Sarang Tawon GongMusim panen lestari madu hutan atau saat-saat panen adalah saat di mana madu hutan yang sudah matang dan siap diambil serta, dipisahkan dari sarang lebah madu aslinya.

Tetapi, cara para pemburu madu hutan untuk memisahkan madu dari sarang lebah madunya tidak selalu sama dan sesuai dengan cara-cara yang baik dan tidak merusak lingkungan serta habitat kelangsungan lebah hutan ( apis dorsata ) itu sendiri.

Cara Panen Lestari Madu Hutan Liar Di Indonesia

Disini, para pemburu madu hutan hendaknya memperhatikan dan mempelajari bagaimana cara memanen madu yang lestari agar proses perbaikan dan pembentukan sarang lebah madu hutan juga dapat lebih cepat.

Cara pemanenan madu tradisional biasanya tidak memperhatikan kelestarian sarang lebah madu hutan. Mereka pemburu madu hutan biasa mengambil semua sarang lebah madu setelah sarang bebas dari gangguan lebah hutan. Mereka mengusir lebah hutan dengan cara diasapi dengan api dari hasil pembakaran daun-daun muda atau yang lainnya.

Jika dilihat dari cara tradisional yang biasa dipraktikkan/dijalankan oleh para pemburu/pencari madu hutan maka, dapat dikatakan aspek kelestarian dan kebersihan belum menjadi perhatian. Hal ini berdampak pada terancamnya kelestarian habitat lebah madu dan rendahnya kualitas madu yang dihasilkan sehingga harga jual madu hutan juga menjadi rendah.

Berbeda dengan cara tradisional, pengelolaan madu lestari dan higienis menggarisbawahi perlindungan lebah madu dan habitatnya serta cara memproses/mengolah pascapanen madu hutan yang mengutamakan kebersihan dan kelesatarian lingkungan habitat lebah hutan khususnya.

Cara panen lestari madu hutan liar di indonesia yang baik dan benar akan menjaga kelestarian hutan sebagai tempat hidup lebah hutan. Pemerintah dapat juga mendukung dan memanfaatkan masyarakat pemanjat/pemburu madu hutan sebagai penjaga hutan alternatif untuk ikut melestarikan dan memelihara hutan dari para mafia hutan perusak pembalakan hutan liar ilegal. Hutan yang lestari adalah sebagai tempat penghidupan lebah hutan khususnya dan satwa lain umumnya serta tempat para pemburu pencari madu hutan mencari penghasilan/nafkah dengan memanfaatkan hasil hutan (madu).

Cara Mengambil Madu Hutan Dari Sarang Lebah Hutan

Dalam mengambil sarang lebah hutan dari pohon hutan perlu diketahui tekniknya agar tidak merusak pohon dan koloni lebah hutan.

Bagaimana cara pengelolaan madu hutan ini adalah upaya untuk menjamin kehidupan lebah madu di hutan yaitu; dilakukan dengan melestarikan pohon tempat lebah bersarang dan juga pohon-pohon di sekitarnya. Keberadaan pohon pendamping di sekitar pohon sarang harus pula diutamakan karena berfungsi sebagai pelindung dan penyedia makanan bagi lebah madu.

Cara mengambil madu hutan dari sarang lebah hutan yang baik adalah tidak diambil semua tetapi hanya diambil bagian kepala sarang saja yang berisi madu matang. Jika diambil seluruh sarang lebah hutan maka akan terambil juga larva lebah yang juga merupakan calon penerus lebah hutan itu sendiri.

Kehidupan lebah dan calon lebah hutan yang tidak dirusak akan melestarikan ekosistem hutan itu sendiri dan jika hutan lestari produksi madu juga akan lancar maka, panen madu hutan jadi lebih stabil dan rutin. Jadi,mari sekarang saatnya kita bersama-sama memilih cara panen madu hutan yang lestari. Buat komunitas para pemanjat madu hutan jika perlu untuk melakukan koordinasi. Bersama kita bisa, bersama kesulitan akan menjadi mudah.

Cara Yang Baik Memisahkan Madu dari Sarang Lebah

Ada beberapa cara dalam memisahkan madu dari sarang lebah-nya. Cara tradisional (diperas, ditiriskan) dan cara modern (dengan alat pemeras khusus madu/ekstraktor elektronilk ataupun manusl).

Madu Peras/Madu Tiris

Proses Saring MaduPada cara tradisional dengan cara memeras madu dari sarangnya juga akan mematikan dan melarutkan larva lebah.

Hal ini berbeda jika pemisahan madu hutan dari sarang lebah hutan dengan cara ditiriskan maka, madu yang dihasilkan akan lebih bersih dan higienis serta lebih ramah lingkungan dan lestari tentunya.

Setelah madu hutan selesai ditiriskan maka, selanjutnya menyaring madu dengan menggunakan saringan (bukan micro filter). Pilih saringan yang biasa/tidak terlalu kecil sehingga pollen tidak akan ikut terpisah. Jadi manfaat madu akan lebih optimal. Hindari pula sistem saring micro filtered/penyaringan Ultra .

Keuntungan Panen Lestari

Dengan tidak mengambil semua sarang lebah madu hutan maka proses produksi lebah hutan juga akan lebih stabil dan terjaga karena sarang hanya diambil kepalanya, maka waktu yang dibutuhkan lebah untuk membangun kembali sarang tidak sebanyak jika harus membangun secara utuh.

Waktu yang lebih cepat tersebut berarti memangkas jarak panen hingga makin singkat. Sebagai perbandingan, ketika seluruh sarang diambil, lebah memerlukan 8–10 bulan untuk menghasilkan sarang baru. Sementara dengan mengambil kepala sarang, lebah hanya membutuhkan 3–5 bulan untuk membangun kembali sarangnya.

Jadi, cara penen lestari madu hutan liar lebih menguntungkan untuk para pemburu, petani madu lebah hutan. Produksi madu hutan meningkat, penghasilan petani madu hutan juga meningkat. Jika kualitas madu terjaga dan semakin bagus maka, produk-produk madu juga akan bagus. Itulah panen lestari madu hutan Apis dorsata.

Artikel Terkait :

Related posts