Khasiat Madu Temulawak Untuk Kesehatan Hati Dan Mencegah Hepatitis

Khasiat Madu Temulawak Untuk Kesehatan Hati Dan Mencegah Hepatitis

RUMAH MADU JOGJA (RMJ)Hati adalah salah satu organ tubuh manusia yang sangat penting. Hati memiliki banyak fungsi sehingga kerusakan atau adanya penyakit hati akan mengganggu kerja organ yang lain, Hal ini karena hati mempengaruhi kerja organ-organ yang lain seperti ; ginjal, empedu yang memiliki kaitan erat jika ada kelainan pada organ hati.

Hati merupakan organ yang menopang kelangsungan hidup hampir seluruh organ lain di dalam tubuh.

Oleh karena lokasi yang sangat strategis dan fungsi multi-dimensional, hati menjadi sangat rentan terhadap datangnya berbagai penyakit. Hati akan merespon berbagai penyakit tersebut dengan meradang, yang disebut hepatitis.

Minum Madu Herbal Temulawak Untuk Menjaga Kesehatan Hati

Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Ia berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian menyebar ke beberapa tempat di kawasan wilayah biogeografi Malesia. Saat ini, sebagian besar budidaya temu lawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina tanaman ini selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di China, Indochina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa

Madu Temulawak Untuk Kesehatan Hati Dan Mencegah Hepatitis

Nama daerah di Jawa yaitu temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebut temu labak. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan berhabitat di hutan tropis. Rimpang temu lawak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur.

Di Indonesia satu-satunya bagian yang dimanfaatkan adalah rimpang temu lawak untuk dibuat jamu godog. Rimpang ini mengandung 48-59,64 % zat tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 % minyak asiri dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti inflamasi. Manfaat lain dari rimpang tanaman ini adalah sebagai obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, anti kolesterol, antiinflamasi, anemia, antioksidan, pencegah kanker, dan antimikroba.

Kandungan utama rimpang temulawak adalah protein, karbohidrat, dan minyak atsiri yang terdiri atas kamfer, glukosida, turmerol, dan kurkumin. Kurkumin bermanfaat sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Manfaat / Khasiat Madu Temulawak Untuk Kesehatan Hati Dan Mencegah Hepatitis

Temu lawak memiliki efek farmakologi yaitu, hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (anti radang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi.

Manfaat lainnya yaitu, meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan darah.

Selain dimanfaatkan sebagai jamu dan obat, temu lawak juga dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat dengan mengambil patinya, kemudian diolah menjadi bubur makanan untuk bayi dan orang-orang yang mengalami gangguan pencernaan.

Dari hasil tes uji yang dilakukan oleh Balai penelitian tanaman dan obat, diperoleh sejumlah zat / senyawa dalam rimpang temulawak antara lain : Air 19,98%, pati 41,45%, serat 12,62%, abu 4,62%, abu tak larut asam 0,56%, sari air 10,96%, sari alkohol 9,48%, dan kurkumin 2,29%.Dari hasil pengujian tersebut, ditemukan juga kandungan alkaloid, flavonoid, fenolik, triterpennoid, glikosida tannin, saponin dan steroid

Selain itu, terdapat juga kandungan minyak atsiri sebesar 3,81%, meliputi : d-kamfer, sikloisoren, mirsen,p-toluil metikarbinol, pati, d-kamfer, siklo isoren, mirsen, p-toluil metilkarbinol, falandren, borneol, tumerol, xanthorrhizol, sineol, isofuranogermakren, zingiberen, zingeberol, turmeron, artmeron, sabinen, germakron, dan atlantone.

Di sisi lain, temu lawak juga mengandung senyawa beracun yang dapat mengusir nyamuk, karena tumbuhan tersebut menghasilkan minyak atsiri yang mengandung linelool, geraniol yaitu golongan fenol yang mempunyai daya repellan nyamuk Aedes aegypti.

Temulawak mempunyai manfaat yang sangat besar antara lain meningkatkan nafsu makan, anti kolesterol, antiinflamasi, antianemia, antioksidan, pencegah kanker, dan antimikroba (Sidik dkk, 1985).

Sedangkan dari hasil penelitian Widodo (2001), peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor ditemukan bahwa konsumsi madu secara rutin dapat mengurangi kepekaan terhadap rasa sakit, sekaligus memperbaiki nafsu makan.

Rimpang temulawak juga diketahui sebagai obat fitofarmaka, berkhasiat dalam mengatasi gangguan pada saluran pencernaan, kandung empedu, kelainan hati, pankreas, tekanan darah tinggi, usus halus, kontraksi usus, TBC, sariawan dan dapat dipergunakan sebagai tonikum. (Raharjo dan Rostiana, 2005).

Penelitian lebih lanjut dilakukan oleh institusi kesehatan untuk mengetahui lebih jauh tentang manfaat tanaman ini bagi manusia. Dari beberapa penelitian didapatkan bahwa kandungan kimia dalam rimpang temulawak seperti flavonida berkhasiat dalam menyembuhkan radang, kandungan minyak atsiri berkhasiat fungistatimk pada beberapa jenis jamur dan bakteriostatik pada mikroba Staphylococcus sp. Dan Salmonella sp. (Dalimartha,2007).

 

Cara Membuat Dan Menggunakan Madu Temulawak Untuk Kesehatan Hati Dan Mencegah Hepatitis

Aslinya temulawak bisa diolah menjadi beberapa resep baik itu obat maupun kuliner nikmat tanpa harus mengurangi kandungan temulawak itu sendiri. Temulawak sering dijadikan bahan utama jamu dan untuk beberapa kasus tertentu, ditambahkan bahan lain untuk memperkuat khasiatnya.

Para ibu juga biasanya membuat bubur temulawak untuk anak-anak atau bagi mereka yang mengalami gangguan pencernaan.

Temulawak memang merupakan sumber karbohidrat yang baik. Sedangkan untuk menghalau beberapa penyakit, resep obat temulawak bergantung pada jenis penyakit apa yang hendak disembuhkan. Tetapi secara umum cara pengolahannya dengan direbus atau diparut dan langsung dikonsumsi. Sebagai contoh, berikut resep obat temulawak untuk pengobatan :

Mengobati Jerawat, Jerawat pun dapat diatasi oleh temulawak, caranya adalah mengoleskan hasil parutan temulawak ke daerah jerawat kemudian diamkan sampai mengering. Jerawat akan menghilang dengan sendirinya

Obat Sakit Ginjal, temulawak dapat dimanfaatkan sebagai obat sakit ginjal. Caranya dengan menyiapkan 2 rimpang temulawak ditambah 1 genggam daun kacabeling dan 1 genggam daun kumis kucin. Temu lawak diiris tipis-tipis, direbus bersamaan dengan kedua daun di atas dengan seliter air, kemudian disaring. Diminum selama 3 hari.

Mengurangi Flek Wajah, Flek wajah juga dapat diatasi oleh temulawak. Minyak atsiri dalam temulawak dapat membantu kulit untuk meregenerasi sehingga kulit mati akan cepat terlepas. Hasilnya, kulit menjadi lebih cerah dan noda hitam tersamarkan.

Kesehatan Kulit, Selain untuk organ dalam, temulawak juga bermanfaat untuk kulit manusia, terutama untuk kecantikan. Bagi wanita yang ingin kulit wajahnya lebih halus, dapat menggunakan masker yang dibuat dari parutan temulawak dan digunakan di sore atau malam hari

Obat Penyakit Limfa, penyakit ini dapat diobati dengan olahan rimpang temulawak. Caranya siapkan 2 rimpang temu lawak; ½ rimpang laos (lengkuas); 1 genggam daun meniran. Parut temu lawak dan lengkuas kemudian semua bahan di rebus dengan 1 liter air hingga mendidih. Lalu disaring dan diminum. Minumlah sehari satu kali sebanyak satu cangkir.

Khasiat Madu Temulawak Obat Penyakit Asma, Siapkan satu setengah rimpang temulawak, satu potong gula aren dan 3 sendok makan madu murni. Temu lawak diiris tipis-tipis dan dikeringkan. Temulawak yang kering direbus dengan 5 gelas air ditambah sepiotong gula aren, hingga menyisakan 3 gelas. Setelah itu disaring dan dan tunggu hingga menjadi dingin. Setelah dingin tambahkan 3 sendok makan madu murni asli pada 3 gelas air temulawak dan siap diminum. Dosis: 3gelas per hari (setiap 8jam 1 gelas)

Khasiat Madu Temulawak Untuk Obat Sakit Maag, sakit mag yang merupakan sakit yang telah memasyarakat alias sakit yang banyak diderita orang dapat diobati dengan temulawak. Caranya dengan mengambil 1 rimpang temulawak. rimpang temu lawak diiris-iris, kemudian diangin-anginkan sebentar. Selanjutnya direbus dengan 5 sampai 7 gelas air sampai mendidih. Saringlah kemudian minumlah 1 kali sehari sebanyak 1 gelas. Anda dapat juga menambahkan madu murni asli lebah karena selain sebagai pemanis madu juga dapat mengobati maag.

Khasiat Madu Temulawak Untuk Menambah Nafsu Makan, selain berkhasiat sebagai obat, tanaman temu lawak juga berkhasiat meningkatkan nafsu makan. Caranya dengan menyiapkan 2 rimpang temu lawak, seperempat rimpang lengkuas, dan segenggam daun meniran. Jika semua bahan telah siap, rebus semua bahan dengan 3 gelas air sampai mendidih, hingga menyisakan 2 gelas, kemudian disaring. Diminum setengah gelas sebanyak 2 kali sehari. Tambahkan 1-2 sendok makan madu murni asli untuk kecukupan nilai gizi.

Khasiat Madu Temulawak Untuk Menjaga Kesehatan Jantung, Temulawak yang mampu menghilangkan lemak darah seperti yang dijelaskan sebelumnya tentu akan meringankan kerja jantung, sehingga jantung menjadi lebih sehat. Anda dapat menyiapkan ¼ kg Temulawak, kemudian iris tipis-tipis dan masukan dalam air 1 liter. Rebus sampai mendidih dan setelah dingin anda dapat minum rebusan temulawak dengan ditambahkan madu murni 1-2 sendok makan 1-2 gelas perhari selama dua minggu. Dosis pakai selanjutnya anda turunkan menjadi 1gelas maksimal 2 kali seminggu saja.

Khasiat Madu Temulawak Untuk Kesehatan Hati Dan Mencegah Hepatitis, Temulawak dapat mencegah penyakit hati dan meringankan kerja hati dengan cara melancarkan pengeluaran cairan empedu. Tetapi terlalu banyak dan terus-menerus minum ramuan temulawak akan membuat mual. Cara menggunakan temulawak dan madu untuk mencegah penyakit hati adalah ; siapkan 1ons temulawak kering yang telah di potong tipis kemudian rebus di dalam 4 gelas air sampai mendidih dan menjadi 2 gelas air matang. Setelah menjadi dingin saring dan minum 2 gelas temulawak dengan di tambahkan madu murni asli. Dosis maksimal untuk mencegah penyakit hati adalah 2 gelas setiap satu minggu.

Perhatian !
Untuk mencegah efek mual sebaiknya hindari mengkonsumsi temulawak secara terus-menerus selama lebih dari 20 hari. Penggunaan dosis/takaran dan waktu yang tepat akan mempengaruhi cepat lambat dan berhasil tidaknya pengobatan dan pencegahan penyakit.


Daftar Pustaka :
  • Hidayat, S. dan Tim Flona: “Khasiat Tumbuhan Berdasar Warna, Bentuk, Rasa, Aroma, dan Sifat”, halaman 105. PT Samindra Utama, 2008
  • Mahendra, B: “13 Jenis Tanaman Obat Ampuh”, halaman 95. Penebar Swadaya, 2005
  • Purbaya,Rio,J,.“Mengenal dan Memanfaatkan Madu: Khasiat Madu Alami”, Bandung: Pionir Jaya, 2002
  • Rakhmad R., Basuki, “Madu dan Khasiatnya: Panduan Kesehatan dan Pengobatan untuk Pribadi dan Rumah Tangga”, Yogyakarta:1998
  • Rukmana, R: “Temu-Temuan”, halaman 14. Kanisius, 2004
  • Sastrapradja, S., Naiola, BP, Rasmadi, ER, Roemantyo, Soepardjono, EK, Waluyo, EB: "Tanaman Pekarangan", halaman 67-68. Jakarta. Balai Pustaka, 1981
  • Suranto, Adji, dr, SPA,.Khasiat dan Manfaat Madu Herbal, Jakarta : Agromedia Pustaka,2004.
  • Suriawira,U.,Madu untuk Kesehatan,Kebugaran dan Kecantikan, Jakarta : Papar Sinar Sinanti,2000
  • Syukur, C. dan Hernani: "Budi Daya Tanaman Obat Komersial", halaman 117-118. PT Penebar Swadaya, 2002
  • Tim Penulis Martha Tilaar Innovation Center: “Budidaya Secara Organik Tanaman Obat Rimpang”, halaman 79. Penebar Swadaya, 2002

Artikel Terkait :

Related posts