Madu Teh Solusi Resistensi Antibiotik

CARA ALAMI MENCEGAH DAN MENGATASI RESISTENSI BAKTERI TERHADAP OBAT ANTIBIOTIK KIMIA DENGAN MINUM “Madu Dan Teh”

Teh-Dan-Madu-Mencegah-Resistensi-Obat-Antibiotik-KimiaResistensi Antibiotik

Salah satu perhatian terdepan dalam pengobatan modern adalah terjadinya resistensi antibiotik. Bakteri dapat mengembangkan resistensi terhadap antibiotik, misalnya bakteri yang awalnya sensitif terhadap antibiotik, kemudian menjadi resisten.

Resistensi ini menghasilkan perubahan bentuk pada gen bakteri yang disebabkan oleh dua proses genetik dalam bakteri:

1. Mutasi dan seleksi (atau evolusi vertikal)

Evolusi vertikal didorong oleh prinsip seleksi alam. Mutasi spontan pada kromosom bakteri memberikan resistensi terhadap satu populasi bakteri. Pada lingkungan tertentu antibiotika yang tidak termutasi (non-mutan) mati, sedangkan antibiotika yang termutasi (mutan) menjadi resisten yang kemudian tumbuh dan berkembang biak.

2. Perubahan gen antar strain dan spesies (atau evolusi horisontal)

Evolusi horisontal yaitu pengambil-alihan gen resistensi dari organisme lain. Contohnya, streptomises mempunyai gen resistensi terhadap streptomisin (antibiotik yang dihasilkannya sendiri), tetapi kemudian gen ini lepas dan masuk ke dalam E. coli atau Shigella sp.

Proises Resistensi Genetik Bakteri

Beberapa bakteri mengembangkan resistensi genetik melalui proses mutasi dan seleksi, kemudian memberikan gen ini kepada beberapa bakteri lain melalui salah satu proses untuk perubahan genetik yang ada pada bakteri.

Ketika bakteri yang menyebabkan infeksi menunjukkan resistensi terhadap antibiotik yang sebelumnya sensitif, maka perlu ditemukan antibiotik lain sebagai gantinya. Sekarang penisilin alami menjadi tidak efektif melawan bakteri stafilokokus dan harus diganti dengan antibiotik lain.

TETRASIKLIN “Obat Ajaib” Efektifitasnya MUlai Menurun

Tetrasiklin, yang pernah dijuluki sebagai “obat ajaib”, kini menjadi kurang bermanfaat untuk berbagai infeksi, mengingat penggunaannya yang luas dan kurang terkontrol selama beberapa dasawarsa terakhir.Pemyebab-Dan-Cara-Alami-Atasi-Resistensi-Obat-Antibiotik-Kimia

Prof. Les Baillie, dari Cardiff University Inggris menyatakan, bukan mustahil dunia akan kembali ke suatu masa dimana belum ditemukan antibiotik, sehingga pengobatan sejenis penyakit menjadi permasalahan besar.

Madu Teh Solusi Resistensi Antibiotik

Madu teh solusi resistensi antibiotik kimia yang efektif dan efisien. Kandungan dan kombinasi madu dan teh akan memberikan efek positif untuk atasi dan mencegah resistensi antibiotik kimia.Terlalu sering dan dalam jangka lama konsumsi antibiotik kimia akan membuat bakteri meningkat daya tahannya. Cara paling tepat adalah dengan melakukan recovery tubuh pasien secara alami. Resistensi antibiotik ini akan buruk jika tidak segera diatasi.

Oleh karenanya, para ilmuwan kini sedang mengupayakan membuat suatu sulosi alternatif ketika bakteri sudah menjadi resisten terhadap antibiotik. Baillie saat ini mengetahui tim riset untuk mencari tahu apakah obat kuno seperti teh dan madu dapat menjadi cara berikutnya sebagai obat yang paling efektif mengobati penyakit.

Teh diketahui mengandung suatu senyawa yang dinamakan polifenol yang memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme.

Tim peneliti yang dipimpin Baillie telah menemukan, teh mampu untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh Clostridium difficile, bakteri yang bertanggung jawab untuk setidaknya 2.000 orang tewas dan lebih dari 24.000 kasus infeksi tahun lalu.

Kandungan Bioflavonoid pada madu juga diketahui sebagai salah satu zat antibiotik alami yang efektif dan efisien membunuh bakteri tanpa menimbulkan gejala-gejala resistensi bakteri terhadap antibiotik alami pada madu. Hidrogen peroksida pada madu murni juga berperan untuk membunuh bakteri dan mencegah berkembang biak.

Maka, dengan minum teh dengan madu baik rutin atau berkala dapat mencegah dari gejala-gejala dan terjadinya proses resistensi antibiotik kimia, terutama mereka yang mengkonsumsi obat jenis antibiotik secara terus menerus dan dalam jangka panjanga


Ddaftar Pustaka :
  • Hamad, Said. Terapi Madu, Depok : Pustaka Iman,2007.
  • Rakhmad R., Basuki, “Madu dan Khasiatnya: Panduan Kesehatan dan Pengobatan untuk Pribadi dan Rumah Tangga”, Yogyakarta:1998
  • Suranto, Adji, dr, SPA,.Khasiat dan Manfaat Madu Herbal, Jakarta : Agromedia Pustaka,2004.
  • Suriawira,U.,Madu untuk Kesehatan,Kebugaran dan Kecantikan, Jakarta : Papar Sinar Sinanti,2000
  • Winarno, F.G. Madu, Teknologi, Khasiat, dan Analisa, Jakarta : Ghalia Indonesia ,1982

Artikel Terkait :

Related posts