Madu Lebah Hutan Apis dorsata

Maksud Madu Hutan Liar

Madu hutan liar adalah merupakan cairan yang di hasilkan oleh jenis lebah hutan ( Apis dorsata ) yang di peroleh pemburu madu di hutan belantara secara langsung pada gerombolan atau koloni Lebah liar.

lebah hutan Apis dorsata
Photograph by Nikolaus Koeniger, Martin–Luther-Universität, Institut für Biologie, Bereich Zoologie.

Madu hutan liar merupakan madu yang bersifat alamiah, dalam arti terbebas dari pengaruh pupuk, pestisida dan polusi.

Madu yang kami maksud sebagai madu hutan adalah karena berasal/dihasilkan oleh lebah hutan (Apis dorsata). Jadi madu selain dari Apis dorsata tidak dapat disebut madu hutan meskipun madu tersebut diternak dihutan.

Madu hutan liar berasal dari jenis lebah liar hutan ( Apis dorsata ) yang jenis lebah ini hingga saat ini belum dapat di ternak. Ukuran besar Apis dorsata ini memungkinkan untuk terbang lebih jauh dan menghasilkan rasa, warna, aroma madu hutan yang lebih beranekaragam dan banyak.

Pengelompokan Lebah Hutan (Apis dorsata)

Menurut Michael S. Engel Apis dorsata dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:

  1. Apis dorsata dorsata; asli dari India
  2. Apis dorsata binghami (Lebah madu Indonesia) dari Malaysia dan Indonesia
  3. Apis dorsata breviligula dari Pilipina
  4. Apis dorsata laboriosa Lebah madu Himalaya juga ada di Myanmar, Laos, dan utara Cina

pengelompokan dan penyebaran Apis dorsata lebah hutan

Hanya ada perbedaan kecil dalam tiga sub-spesies Apis dorsata. Apis dorsata dorsata adalah subspesies paling luas di Asia tenggara, sementara Apis dorsata breviligula dan Apis dorsata binghami hanya ditemukan di lokasi tertentu.

Apis dorsata breviligula berbeda dari Apis dorsata dorsata dalam hal ini memiliki garis-garis perut putih dan lidah lebih pendek, dan hanya ditemukan di Filipina.

Apis dorsata binghami juga sedikit berbeda dari Apis dorsata dorsata dalam hal ini memiliki lidah panjang dan sayap dan hanya ditemukan di Sulawesi.

Apis dorsata telah digambarkan sebagai salah satu hewan paling berbahaya (agresif) dari hutan-hutan di kawasan Asia Tenggara karena perilaku pertahanan mereka. Hal ini dianggap yang paling defensif dari semua jenis lebah madu, bahkan lebih defensif daripada madu lebah Afrika (Ellis JD, Ellis A. 2009)

Keamanan Madu Lebah Hutan Apis dorsata

Madu hutan liar ini sangat aman untuk di konsumsi sebagai suplemen makanan dengan kandungan madu berupa multi mineral, multi vitamin yang berfaedah menjaga kesehatan dan terapi paling mendasar berbagai macam jenis penyakit.

Koloni Sarang Madu Lebah Hutan Apis dorsata

Rata-rata madu hutan liar ini lebih alami dan terjaga kualitasnya karena tempat hidup/habitat Apis dorsata yang alami.

Apis dorsata atau dikenal sebagai Lebah madu raksasa merupakan lebah madu Asia yang berhabitat di hutan, membuat sarang dengan hanya satu sisiran yang menggantung di dahan dan ranting pohon, langit-langit terbuka dan tebing jurang bebatuan, karena itu sampai sekarang para ilmuwan belum berhasil membudidayakan Apis dorsata dalam bentuk tertutup.

Sisiran sarang dapat mencapai 2 x 1 meter dengan estimasi hasil bisa mencapai 15± kg/sarang. Sisir sarang lebah huutan ini sering tertutup oleh lebah-lebah pekerja. Sarang lebah hutan ini juga lebih kuat (tahan angin dan hujan badai) secara struktur dari pada jenis lebah yang lain.

Habitat lebah hutan yang alami dan tidak dapat diternak menjadikan produk madu lebah hutan Apis dorsata lebih istimewa karena kualitas kealamian madu yang dihasilkan dan terhindarnya dari makanan tambahan yang biasa diberikan untuk lebah-lebah tangkaran.

Perkembangan Lebah Hutan (Apis dorsata)

bentuk dan tempat bersarang lebah hutan Apis dorsata

Spesies ini berkembang hanya di kawasan sub-tropis dan tropis Asia, seperti Indonesia, Filipina, India, Nepal, dan tidak tersebar di luar Asia.

Di Indonesia masih banyak ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Nusa Tenggara.

Di pulau Jawa lebah ini sudah jarang ditemukan.

Ada beberapa nama daerah bagi lebah ini di Indonesia, yaitu manye/muanyi (Dayak), Gong (Jawa), Odéng (Sunda), labah gadang, labah gantuang, labah kabau, labah jawi (Minangkabau) dan Harinuan (Batak).


Daftar pustaka:

  • Batra SWT. 1997. Fruit-pollinating bees of the Garhwal Himalaya, U.P., India. Acta Horticulture 437: 325-328.
  • Cao LF, Zheng HQ, Hu CY, He SY, Kuang HO, Hu FL. 2012. Phylogeography of Apis dorsata (Hymenoptera: Apidea) from China and neighboring Asian areas. Annals of the Entomological Society of America 105: 298-304.
  • DeBerry S, Crowly J, Ellis, JD. 2012. Swarm control for managed beehives. IFAS Extension, Entomology and Nematology, ENY-160. (8 December 2015)
  • Ellis JD, Ellis A. 2009. African honey bee, Africanized honey bee, killer bee, Apis mellifera scutellata Lepeletier (Insecta: Hymenoptera: Apidae). IFAS Extension, Entomology and Nematology, EENY 429. (8 December 2015)
  • Hall GH, Zettel-Nalen C, Ellis JD. 2010. African honey bee: What you need to know. IFAS Extension, Entomology and Nematology, EENY-114. (8 December 2015)
  • Hepburn R, Radloff SE. 2011. Honeybees of Asia. Springer, Verlag, Berlin, Heidelberg.
  • Kastberger G, Weihmann F, Hoetzl T, Weiss SE, Maurer M, Kranner I. (2012). How to join a wave: Decision-making processes in shimmering behavior of giant honeybees (Apis dorsata). PLoS ONE 7: e36736. doi:10.1371/journal.pone.0036736.
  • Koeniger N, Koeniger G, Tingek S. 2010. Honey Bees of Borneo: Exploring the Centre of Apis Diversity. Natural History Publications (Borneo), Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Apis_dorsata

 

Artikel Terkait :

Related posts