Cara Ketahui Obati Gangguan Jin Sihir Dengan Madu Herbal Thibbunnabawi

Cara Ketahui Obati Gangguan Jin Sihir Dengan Madu Herbal Thibbunnabawi

CARA KETAHUI OBATI GANGGUAN JIN SIHIR DENGAN MADU HERBAL THIBBUNNABAWI SEBAGAI PENGOBATAN ISLAM SESUAI AL QURAN DAN HADITS

Sebelum membahas "Cara Ketahui Obati Gangguan Jin Sihir Dengan Madu Herbal Thibbunnabawi" maka, saya akan menjelaskan tentang Jin,Syaithon dan Sihir secara ringkas/singkat saja karena untuk membahas secara detail dan menyeluruh akan memakan lebih banyak ruang waktu untuk artikel dengan lebih banyak judul dan subjudul. Dan pembahasan ini secara lebih khusus juga tidak tepat pada tema website RumahMaduJogja.Com.

MENGENAL LEBIH DEKAT JIN, SYAITHON, IBLIS

Al-jinnu berasal dari kata janna syai`un yajunnuhu yang bermakna satarahu (menutupi sesuatu). Maka segala sesuatu yang tertutup berarti tersembunyi. Jadi, jin itu disebut dengan jin karena keadaannya yang tersembunyi. Sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam Surat Al An'am Ayat 76.

Berkata syaikhul islam rahimahullah: "Ia dinamakan jin karena ketertutupannya dari pandangan manusia".

Para jin dapat melihat manusia sedangkan manusia tidak dapat melihat jin kecuali jika mereka menampakkan diri pada manusia dengan Izin Allaah Ta'ala.

Bagaimana Wujud Jin ?

Jin itu berbentuk jasad dengan berbagai macam jenisnya. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrany (22/214-215) no. 573, Al-Baihaqy dalam Al-Asma’ wa Ash-Shifat no. 827 dan Al-Hakim (2/456) dari Abu Tsa’labah, dan dishahihkan oleh Al-Albany dalam ta’liqnya terhadap Al-Misykah no. 4148 dan Syaikh kami Al-Wadi’y dalam Ash-Shahih Al-Musnad Mimma Laisa Fii Ash-Shahihain no. 1213, bahwa Rasulullah ‘alaihi shalatu wa salam bersabda;

الْجِن عَلى َثلاَثةِ أصنافٍ : صِنف لهم أجنِحةٌ يطِيرون فِي الْهواءِ، وصِنف حيات، وصِنف يحِلُّون ويظعنون.

“Jin itu ada tiga jenis. Satu jenis yang memiliki sayap yang terbang di udara, jenis yang berbentuk ular, dan jenis yang menetap dan pergi”.

Hadits ini adalah nash yang menunjukkan bahwa jin itu berupa jasad, dan tidaklah terpahami dari lafazh “jenis yang memiliki sayap yang terbang di udara” bahwa mereka itu tidak berbentuk jasad, karena sayap itu berbentuk jasad dan tidaklah ada kecuali pada jasad pula. Dan begitulah malaikat yang memiliki sayap dua atau tiga atau empat, terbang ke langit yang tinggi dan dia berbentuk jasad. Demikian pula Al-Qur’an Al-karim menerangkan bahwa jin yang terbang itu berbentuk jasad. Allah berfirman mengabarkan apa yang diucapkan oleh Al-’Ifrit kepada Nabi Sulaiman ‘alaihi shalatu wa salam;

قَالَ عِفْريتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آَتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ. النمل: ٣٩

“Berkatalah ‘Ifrit dari bangsa jin: “Aku akan datngkan ia padamu sebelum engkau berdiri dari tempatmu, dan aku sungguh kuat lagi terpercaya atasnya” An-Naml: 39

Kalaulah tidak berbentuk jasad niscaya tidak akan bisa memegang benda yang dibawa, dan tidak pula mampu untuk menjaganya. Demikian pula jin-jin yang terbang tersebut diciptakan dalam bentuk jasad yang berkeliaran di muka bumi. Jika mereka ingin terbang maka mereka berupah wujud kemudian mereka terbang. Maka jin dan syaithan yang merasuki kepada manusia untuk memberikan was-was dan selainnya mengubah wujudnya menjadi hawa. Ini adalah perkara yang sudah diketahui dan ini merupakan dalil bahwa mereka itu berbentuk jasad.

Kebanyakan ulama menyatakan bahwa jin itu berbentuk jasad. Adapun yang mengatakan bahwa “mereka itu berbentuk hawa” mereka tidak memiliki dalil dari alkitab dan as-sunnah, dan yang paling puncak dari apa yang mereka miliki adalah; Diriwayakan dari Wahb bin Munabbih sebagaimana disebutkan oleh Asy-Syibly dalam Akam Al-Marjan Fii Ahkam Al-Jan halaman 31 bahwa dia berkata: “Jin itu berjenis-jenis, adapun jin yang murni itu berbentuk udara mereka tidak makan tidak minum dan tidak pula beranak. Dan diantara mereka ada yang makan, minum, beranak dan nikah. Diantara mereka: As-Sa’aly (tukang sihir dari bangsa jin), AlGhaul (raksasa atau sebangsa penghancur) dan Al-Quthrub (laki-lakinya al-ghaul) dan yang semisal dengan hal itu. Saya berkata: Jika ini shahih darinya, merupakan sesuatu yang diketahui bahwa Wahb dulunya adalah seorang rahib, dan dia mengambil dari buku-buku ahlul kitab, sementara buku-buku ahlul kitab itu penuh dengan penyimpangan dan penipuan.

Sebagian mereka berdalil bahwa jin itu hawa yaitu udara dengan sabda Nabi;

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ

“Sesungguhnya syaithan berjalan pada diri anak Adam selayaknya peredaran darah”

Hadits diriwayatkan oleh Al-Bukhary (6219) dan Muslim (2175) dari Shafiyah. Hadits ini, tidak ada padanya dalil akan perkara yang pemiliki pendapat ini berdalil dengannya. Karena mereka berjalan pada diri kita selayaknya peredaran darah bukan karena mereka itu hawa. Akan tetapi dikarenakan apa yang diberikan oleh Allah Ta’ala pada mereka berupa kemampuan untuk berubah bentuk. Maka pendapat yang menyatakan jin itu ruh bukan jasad adalah pendapat yang keliru dengan kekeliruan yang nyata. Karena hal itu bertentangan dan bertabrakan dengan dalil-dalil yang banyak dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahihah diketahui dari islam secara fitrah, ijma’, akal dan panca indra. Dan berikut saya sebutkan dalil-dalilnya secara umum:

1.       Para jin itu makan dan minum.

2.       Para jin itu saling menikah dan berketurunan.

3.       Para jin itu berubah bentuk dan menyamar ke dalam bentuk manusia dan hewan.

4.       Para jin itu melakukan perbuatan yang banyak, berupa pembangunan, perindustrian, membawa barang berat dan selain dari itu.

5.       Para jin itu tertimpa beberapa keadaan seperti sakit, takut, kuat, lemah, hidup, mati dan selain dari hal itu.

6.       Para jin itu terkadang sebagian makhluk melihat mereka, seperti keledai. Rasulullah bersabda;

إِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

“Jika kalian mendengar ringkikan keledai maka berlindunglah kalian kepada Allah dari syaithan, sesungguhnya dia melihat syaithan.”

Diriwayatkan oleh Al-Bukhary no. 3303 dan Muslim no. 2729.

7.       Ketika jin itu menyamar dalam bentuk manusia maka dia mampu untuk mengganggu manusia dengan memukulnya, membunuhnya dan menahannya dari bergerak. Dan selain dari hal itu.

Jika Jin Berbentuk Jasad/Jism Kemudian Bagaimana Jin Dapat Masuk DalamTubuh Manusia ?

Jin dan syaithan itu berbentuk jasad. Dan ini adalah kenyataan yang tiada mengingkarinya kecuali orang yang bodoh atau orang yang sombong. Adapun bagaimana caranya jin mendapatkan kemampuan untuk masuk pada dalam badan manusia dan binatang sedangkan dia adalah jasad maka kita katakan; Hal itu terjadi dan terwujud dan tiada yang menolaknya. Dan sebab akan hal itu adalah bahwa Allah Ta’ala telah memberikan kepada jin dan syaithan kemampuan untuk mengubah diri dari bentuk ciptaannya yang asli. Dan perubahan ini terjadi kepada bentuk jasad yang lain, seperti jin berubah menjadi bentuk manusia dan terkadang berubah menjadi angin udara dan hawa. Jika jin itu berubah ke dalam bentuk udara dan hawa -dan ini mampu mereka lakukan dengan izin Allah- mereka mampu masuk ke dalam diri manusia dan mampu untuk berjalan pada setiap pembuluh darah dari embuluh darah manusia, sebagaimana air mengalir pada tempat mengalirnya. Dan dalil akan hal ini adalah sabda Rasulullah ‘alaihi shalatu wa salam;

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ

“Sesungguhnya syaithan berjalan pada diri anak Adam selayaknya peredaran darah”

Hadits diriwayatkan oleh Al-Bukhary (6219) dan Muslim (2175) dari Shafiyah.

Dan dari hadits Anas diriwayatkan oleh Muslim (2611), Ahmad (3/229) dan selain keduanya, bahwa Rasulullah bersabda;

لَمَّا صَوَّرَ اللَّهُ آدَمَ فِى الْجَنَّةِ تَرَكَهُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَتْرُكَهُ فَجَعَلَ إِبْلِيسُ يُطِيفُ بِهِ يَنْظُرُ مَا هُوَ فَلَمَّا رَآهُ أَجْوَفَ عَرَفَ أَنَّهُ خُلِقَ خَلْقًا لاَ يَتَمَالَكُ

“Ketika Allah membentuk Adam di dalam surga Allah meninggalkannya sebagaimana Allah kehendaki untuk meninggalkannya. Maka datanglah Iblis mengitarinya dan melihat apakah itu. Maka ketika dia melihat bahwa dia itu berongga dia tahu bahwa telah diciptakan makhluk yang tidak memiliki penolak was-was.”

Akal tidaklah mengingkari hal ini, dan orang yang kesurupan adalah bukti akan hal ini. Ketika seorang manusia menemukan was-was pada dadanya bersama jiwanya sesuatu yang tidak diinginkan oleh jiwa. Bahkan ada sebagian orang dipengaruhi oleh syaithan dengan was-was sampai-sampai dia memaksanya untuk melakukan perbuatan yang mencelakakan dirinya, berupa pemukulan, pembunuhan dan sebagainya.

Dapatkah Manusia Melihat Jin ?

Termasuk kekhususan jin adalah mereka dapat melihat manusia tetapi manusia tidak dapat melihat mereka dalam bentuk aslinya. Allah Ta'ala berfirman yang artinya :

"Hai anak adam janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaithan sebagaimana dia telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga. Ia menanggalkan dari keduanya pakainnya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin untuk orang-orang yang tidak beriman." (QS.Al 'Arof [7] Ayat 27).

Tidak seorangpun dapat melihat jin kecuali jika mereka telah merubah diri mereka (menjelma) dalam beberapa bentuk dengan Izin Allah Ta'ala. Dan telah datang dalam beberapa riwayat bahwa jin mengubah diri ke dalam beberapa bentuk, diantaranya adalah :

1.Mengubah bentuk menjadi seorang laki-laki miskin (lihat Mukhtashor Shohih Muslim karya Az Zabidi:1078)
2.Mengubah bentuk menjadi seorang syaikh dari Najd (lihat Siroh Ibnu Hisyam 2/122)
3.Mengubah bentuk menjadi seekor ular (lihat Mukhtashor Shohih Muslim: 1498)

Adapun bagaimana cara mereka mengubah diri ke dalam bentuk lain, tidaklah ada nash yang menjelaskan hal tersebut.

Jin bisa berujud seperti manusia dan binatang. Dapat berupa ular dan kalajengking, juga dalam wujud unta, sapi, kambing, kuda, bighal, keledai dan juga burung. Serta bisa berujud Bani Adam seperti waktu setan mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik kala mereka hendak pergi menuju Badr. Mereka dapat berubah-ubah dalam bentuk yang banyak, seperti anjing hitam atau juga kucing hitam. Karena warna hitam itu lebih signifikan bagi kekuatan setan dan mempunyai kekuatan panas. (Idhahu Ad-Dilalah, hal. 19 dan 23)

Tempat Tinggal Jin Dan Makanan Mereka

Kaum jin memiliki tempat tinggal yang berbeda-beda. Jin yang shalih bertempat tinggal di masjid dan tempat-tempat yang baik. Sedangkan jin yang jahat dan merusak, mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor. (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)

Tempat tinggal Lain Jin adalah di pasar, dirumah-rumah manusia, dilautan, dilubang-lubang dan belahan-belahan tanah, di padang pasir,lembah,pegunungan. Hal ini sesuai dengan nash yang ada.

Dari Salman Radhiallahu'Anhu berkata: Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam Bersabda: "Sungguh jika kamu mampu, janganlah kamu menjadi orang yang pertama kali masuk pasar dan terakhir kali keluar darinya, karena sesungguhnya pasar adalah medan peperangan setan dan di dalamnya ia menancapkan bendera" (HR.Muslim:2451).

Dari Abu Huroiro Radhiallahu'Anhu berkata: Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam Bersabda: "Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, Sesungguhnya setan akan lari dari rumah-rumah yang dibacakan di dalamnya surat al baqarah. " (HR.Muslim:780).

Dari Jabir Radhiallahu'Anhuma berkata: Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam Bersabda: "Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian mengutus pasukan-pasukannya. Pasukan yang paling dekat kedudukannya disisinya adalah yang paling besar fitnahnya." (HR.Muslim:2813).

Tulang dan kotoran hewan adalah makanan jin. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:

ابْغِنِي أَحْجَارًا أَسْتَنْفِضْ بِهَا وَلاَ تَأْتِنِي بِعَظْمٍ وَلاَ بِرَوْثَةٍ. فَأَتَيْتُهُ بِأَحْجَارٍ أَحْمَلُهَا فِي طَرَفِ ثَوْبِي حَتَّى وَضَعْتُهَا إِلَى جَنْبِهِ ثُمَّ انْصَرَفْتُ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مَشَيْتُ فَقُلْتُ: مَا بَالُ الْعَظْمِ وَالرَّوْثَةِ؟ قَالَ: هُمَا مِنْ طَعَامِ الْجِنِّ وَإِنَّهُ أَتَانِي وَفْدُ جِنِّ نَصِيْبِيْنَ وَنِعْمَ الْجِنُّ فَسَأَلُوْنِي الزَّادَ فَدَعَوْتُ اللهَ لَهُمْ أَنْ لاَ يَمُرُّوا بِعَظْمٍ وَلاَ بِرَوْثَةٍ إِلاَّ وَجَدُوا عَلَيْهَا طَعَامًا

“Carikan beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci dan janganlah engkau carikan tulang dan kotoran hewan.” Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata: “Aku pun membawakan untuknya beberapa buah batu dan kusimpan di sampingnya. Lalu aku menjauh hingga beliau menyelesaikan hajatnya.”
Aku bertanya: “Ada apa dengan tulang dan kotoran hewan?”
Beliau menjawab: “Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin, dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Maka aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkan makanan.” (HR. Al-Bukhari no. 3860 dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dalam riwayat Muslim disebutkan: “Semua tulang yang disebutkan nama Allah padanya”, ed)

SIHIR PENGARUH DAN PENGOBATANNYA

Sihir adalah kombinasi pengaruh hawa-hawa jahat dan reaksi energi alami terhadap pengaruh tersebut. Hal itu adalah pengaruh sihir komplikatif yang paling berat, khususnya pada organ yang terkena sihir tersebut. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam menggunakan dua cara untuk mengatasi sihir. Cara pertama dengan mengambil sumber sihir dan memusnakannya dan cara kedua dengan membersihkan organ tubuh yang telah terjamah oleh pengaruh sihir.

Cara Islam mengobati sihir adalah sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam. Diantara obat untuk mengobati sihir adalah dengan Do'a dan bacaan-bacaan tertentu dari Al Qur'an (Ruqyah Syar'iyyah). Ada juga dengan cara berbekam dan memakan beberapa herbal obat yang di perintahkan dan dijelaskan Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam. Ketiga cara tersebut dapat digunakan salah satunya atau dikombinasikan dari ketiganya.

CARA MEMBUAT RAMUAN HERBAL THIBBUNNABAWI UNTUK DETEKSI ADANYA GANGGUAN JIN DAN SIHIR SERTA MENGHANCURKANNYA

Cara ini sangat disarankan buat anda yang :

1. Punya penyakit keturunan yang susah sembuh
2. Punya penyakit medis tahunan
3. Terkena gangguan sihir berat
4. Terkena gangguan jin
5. Ingin buang ilmu hitam
6. Belum punya keturunan
7. dll, silahkan sisir/intropeksi sendiri karena ini obat semua penyakit, Insyaa' Allah.

Kumpulkan bahan-bahan berikut ini :

1. Kurma Ajwa/Kurma Nabi 7 butir
2. Madu 3 sendok makan
3. Minyak Habbatussauda’ 1 sendok makan
4. Minyak Zaitun 1 sendok makan
5. Serbuk daun bidara 1 sendok teh
6. Air zam-zam setengah gelas

Cara membuatnya :
1. Campur semua bahan, kemudian di blender / di jus
2. Kemudian letakkan di gelas

Cara Pakai :
1. Wudhu, kemudian shalat sunnah selesai wudhu 2 raka'at
2. Duduk sila menghadap kiblat
3. Bacakan bahan ramuan herbal yang sudah jadi dengan ayat-ayat pembatal sihir dan ayat-ayat  syifa’ ( penyembuh ) yaitu: Al-Fatihah, Ayat Qursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Al-A’raf : 117-122, Yunus : 81-82, Toha: 69, Al-Isra’ : 82, Masing-masing dibaca 3 kali dan jangan lupa menghembuskannya setiap selesai membaca satu ayat.
4. Berdoalah pada Allah Azza Wa Jalla agar Allah memutuskan sihir dan menawarkan penyakit dalam tubuh kita, apapun jenis penyakitnya. Baik penyakit medis ataupun penyakit non medis.
Contoh doanya :
“Ya Allah ya Rabby, jika penyakit hamba karena penyakit medis murni, maka jadikanlah herbal ini sebagai penawarnya. Namun jika penyakit hamba ini karena kejahatan jin, setan atau ikatan sihir, maka jadikanlah herbal ini sebagai penghancur dan pemutus ikatan sihir tersebut. Aamiin…
5. Kemudian minum ramuan madu herbal thibbunnabawi tersebut dengan tangan kanan dan dimulai dengan membaca bismillaah.
6. Pastikan anda jangan beranjak dari duduk 5 -10 menit, jika terjadi reaksi seperti muntah, menangis, menjerit, tidak perlu khawatir, perbanyak istighfar saja. insyaAllah akan mereda secara berangsur.
7. Minumlah secara rutin selama 4 bulan, atau sampai penyakit yang di keluhkan hilang total.
8. Lakukan setiap pagi sebelum ada yang masuk ke dalam perut / dalam keadaan perut masih kosong.

Ramuan ini sudah melalui proses uji coba kita kepada ratusan bahkan ribuan pasien langsung dan Masya' Allah sudah banyak memberikan hasil penyembuhan dengan izin Allah Ta'ala. Demikina penjelasan "Cara Ketahui Obati Gangguan Jin Sihir Dengan Madu Herbal Thibbunnabawi" .

 PERHATIAN: Ini adalah herbal penghancur sihir dosis tinggi, upayakan takarannya sesuai dosis yang kita buat, jangan dikurangi dan jangan di tambah. Untuk efektifitas dan efisiensi pengobatan hendaknya anda bertobat kepada Allah Ta'ala jika sebelumnya telah sering bermaksiat kepada-Nya.

 

Download Audio MP3 Ruqyah Syar'iyyah

Jika ada yang ingin mendownload audio MP3 ruqyah syar’iyyah silahkan mengklik link download dibawah ini.

Saya menyarankan, instal dulu software Internet Download Manager untuk mempermudah download file audio MP3nya, link download ini juga bisa diunduh melalui handphone, gunakan software Opera Mini untuk mempermudah mengunduh filenya.

Seluruh Audio Ruqyah dibawaj ini adalah rekaman suara dari puluhan Para Ahli Ruqyah Syar'iyyah (para praktisi/guru/syikh dari berbagai penjuru dunia yang jumlahnya akan terus saya update, Insyaa' Allooh) yang sudah mengerahkan kekuatan jiwa dan niat mereka disertai kepasrahan yang tinggi kepada Allah untuk secara khusus mendoakan siapapun juga yang mendengarkan bacaan ruqyah yang telah mereka lantunkan agar yang mendengarkan mendapatkan Barokah dan Pertolongan dari Allah Azza Wa Jalla.

Audio MP3 Ruqyah Syari'yyah semoga dapat bermanfaat pula untuk perlindungan, pembersihan dan penyembuhan dari serangan sihir, jin, setan , penyakit fisik, psikis, ataupun segala bentuk energi negatif. bagi yang mendengarkan dengan sungguh-sungguh (khusyuk).

Berikut Links DOWNLOAD MP3 RUQYAH SYAR'IYYAH yang bisa di download 100% GRATIS !

Daftar Audio Ruqyah Syar'iyyah :

Artikel Terkait :

Related posts